Waimital (03/10) – Dalam upaya untuk memastikan keamanan pangan produk UMKM pada karnival budaya peringatan HUT Ke-72 Desa Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon hadirkan 4 layanan terpadu melalui Inovasi Mobil Keliling untuk Pelayanan Terpadu Obat dan Makanan Bersama Kader (Mobil Terosa).
Berlokasi di Lapangan Kusuma Tani dengan mengusung tema “Harmoni dalam Inovasi, Berkarya,Membangun Desa”, Karnaval Budaya Desa Waimital berlangsung sangat meriah dengan menghadirkan berbagai makanan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta berbagai anek jajanan tradisional yang dijajakan kepada masyarakat dan pengunjung. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa didampingi Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Arsi Arman serta jajaran. Turut Hadir Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPOM di Ambon, Leindhard S.D Simatauw, Sabtu (03/10/2026).
Melalui Mobil TEROSA, BPOM di Ambon menghadirkan empat layanan terpadu, yaitu pengujian sederhana obat dan makanan, pemantauan obat dan makanan, layanan sertifikasi, serta layanan informasi obat dan makanan. Pada layanan pengujian sederhana, petugas melakukan pemeriksaan terhadap bahan berbahaya yang berpotensi disalahgunakan dalam pangan, antara lain formalin, boraks, dan Rhodamin B.
Sebanyak 18 sampel pangan olahan yang dijajakan pelaku usaha diperiksa. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel Memenuhi Syarat (MS) dan tidak mengandung bahan berbahaya yang diuji. Selain pengujian, petugas juga melakukan pemantauan penerapan Cek KLIK pada produk pangan olahan dalam kemasan, meliputi pemeriksaan kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa. Hasil pemantauan menunjukkan seluruh produk yang diperiksa Memenuhi Ketentuan (MK).
Tidak hanya memastikan keamanan pangan, Mobil TEROSA juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Melalui layanan informasi obat dan makanan, petugas memberikan edukasi mengenai pencegahan Resistensi Antimikroba (AMR) melalui kampanye ABC + 4T.
Konsep ABC + 4T merupakan pendekatan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai AMR, yaitu kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit menjadi kebal terhadap obat yang seharusnya dapat mengatasinya. ABC mengajak masyarakat untuk mengenali dan memahami AMR melalui A: Apa itu AMR, B: Bahaya AMR, dan C: Cara mikroba menjadi resisten. Sementara itu, 4T menekankan langkah pencegahan, yaitu Tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter, Teruskan pengobatan sesuai resep, Tidak membuang antimikroba sembarangan, serta Tegur dan laporkan penggunaan antimikroba yang tidak tepat.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengapresiasi partisipasi BPOM di Ambon melalui inovasi Mobil Terosa dalam mengawal keamanan pangan pada Karnaval Budaya Desa Waimital. Ia berharap pengawasan keamanan pangan dapat terus diperkuat, termasuk melalui pengawasan yang lebih intensif di pasar-pasar tradisional di Provinsi Maluku, sehingga masyarakat semakin terlindungi dan merasa aman dalam mengonsumsi pangan yang beredar.
Melalui kehadiran Mobil Terosa, BPOM di Ambon terus mendekatkan layanan pengawasan dan edukasi obat dan makanan kepada masyarakat, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk menyediakan pangan yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan. (HR)
Dapatkan informasi obat dan makanan terkini. Follow akun medsos Ig / Tiktok / Twitter: @bpom.ambon, Fb/Youtube: Balai POM di Ambon. Layanan informasi dan pengaduan (gratis), hubungi Telefon (0911) 342-742; HP/WA (24 Jam) 0811-4800-222.
Katong Siap Layani Basudara deng MANISE