Pangan Kadaluarsa Masih Mendominasi Temuan Intensifikasi Pengawasan Pangan Terpadu

18-07-2014 Ambon Dilihat 2526 kali

Memasuki bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan, Balai POM di Ambon melakukan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan secara terpadu melibatkan Lintas Sektor terkait, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Perindag, dan Badan Ketahanan Pangan pada minggu I tanggal 02-03 Juli dan minggu II tanggal 10-11 Juli 2014 di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Tujuan dari kegiatan ini adalah melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan, yang dilakukan secara intensif selama Bulan Ramadhan, oleh karena menjelang hari Lebaran kebutuhan/ demand masyarakat semakin meningkat sehingga para pelaku usaha juga akan menyediakan stok yang memadai. Kegiatan intensifikasi ini akan dilaksanakan dalam 4 (empat) tahap, termasuk pengawasan khusus parcel lebaran.

Jumlah sarana yang diawasi dalam kegiatan ini sebanyak  92 Sarana, 48  Sarana memenuhi syarat dan 44 sarana tidak memenuhi syarat dengan jumlah temuan 199 item , 2413 kemasan dengan nilai ekonomi temuan Rp. 16.956.700. Pangan kadaluarsa masih mendominasi temuan seperti : susu formula, susu kental manis, minuman ringan, biskuit, minyak goreng, mentega, makanan kaleng, mie instant, kacang- kacangan. Sedangkan untuk parcel lebaran sampai dengan minggu ke-2 Bulan Ramadhan belum ditemukan di peredaran. Hal ini agak berbeda dengan tahun 2013, yg pada minggu pertama bulan ramadhan sudah terlihat parsel-parsel di swalayan.

Terhadap Produk tidak memenuhi syarat tersebut  diamankan oleh petugas gabungan untuk dimusnahkan secara bersama-sama setelah kegiatan intensifikasi ini dilaksanakan. Kepala Balai POM di Ambon, ketika diwawancarai oleh beberapa media terkait kegiatan pengawasan pangan terpadu yang dilaksanakan, menghimbau kepada masyarakat agar turut aktif mengawal pangan yang beredar, sekaligus menjadi pengawas bagi diri sendiri dengan selalu mengecek masa kadaluarsa dan kondisi fisik produk sebelum dibeli.

 

Balai POM di Ambon

Sarana