Selain cengkeh, pala merupakan produk unggulan dari Provinsi Maluku. Biji pala (nutmeg) merupakan komoditi ekspor yang sangat diminati oleh perusahaan-perusahaan , karena antara lain digunakan sebagai bahan baku kosmetik.
Dalam rangka pengawasan keamanan pangan produk ekspor , telah dilaksanakan kerjasama Indonesia-Uni Eropa melalui Trade Support Program Tahap kedua (TSP II). Kegiatan ini dituangkan dalam Mission Order 5 “Assistance to assess the capability and the capacity and to elaborate development plans for laboratories pre-designated to carry out test for the purpose of official control of nutmeg”.
Mengawali Mission order 5 ini, telah dilakukan kunjungan untuk identifikasi lapangan pada Balai POM di Ambon oleh expert dari Uni Eropa (Amelia Moreno) dan tim dari Kementerian Pertanian pada tanggal 3 Desember 2013 dan diterima langsung oleh Kepala Balai POM di Ambon, Dra. Sandra M.P.Linthin, Apt., M.Kes. Kunjungan ini berlangsung dari jam 11.00 – 15.30 WIT dan diawali dengan melihat-lihat laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Teranokoko, kemudian dilanjutkan diskusi mendalam dengan Kepala Balai POM di Ambon, Manajer Teknis dan tenaga penguji di Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya menyangkut : ketersediaan peralatan laboratorium untuk pengujian aflatoksin dalam biji pala, metoda analisa yang digunakan, prosedur (Instruksi Kerja) validasi metoda analisa, status kalibrasi peralatan yang digunakan, ketersediaan baku pembanding, status akreditasi laboratorium Balai POM di Ambon, ruang lingkup pengujian yang telah terakreditasi, dll.
Diskusi ini berjalan dengan baik, interaksi dan saling memberikan pengalaman antara expert dan tenaga penguji berjalan hangat.
Balai POM di Ambon