Waiheru (30/07) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon melaksanakan kegiatan Pengawalan dan Monitoring Evaluasi (Monev) Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) pada pasar intervensi tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kantor Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, pada hari Rabu, 29 Juli 2026, mulai pukul 10.15 WIT hingga selesai.
Acara strategis ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif para pengelola pasar dalam menjamin keamanan pangan. Selain itu, program ini berkomitmen nyata untuk menerapkan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik, khususnya di lingkungan Pasar Waiheru agar terbebas dari bahan berbahaya.
Kegiatan ini dihadiri dan diikuti secara antusias oleh 24 orang peserta dari unsur pengelola pasar serta komunitas pedagang setempat. Acara dibuka resmi lewat sinergi kehumasan lintas sektor antara BPOM di Ambon dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon.
Perwakilan dari BPOM di Ambon, Anita, mengingatkan seluruh peserta mengenai peran krusial pasar tradisional bagi hajat hidup orang banyak.
"Pasar ini bukan hanya tempat untuk membeli atau berjualan seperti biasa yang kita lakukan sehari-hari, tapi kita harus tahu kalau pasar ini merupakan jantung perekonomian. Tempat berputarnya uang di pasar dan juga tempat kita mengais rezeki yang halal," ungkap Anita dalam sambutannya di depan forum.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon yang bertindak sebagai pembicara utama turut memberikan arahan tegas. Beliau menghimbau para pelaku usaha untuk mengutamakan aspek kesehatan jangka panjang dibanding keuntungan materi semata.
”Jangan tergiur dengan keuntungan sesaat dengan menjual barang-barang murah yang mengandung zat berbahaya, namun kita harus terus terapkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, dan Cek Kedaluwarsa,” tegas Sekretaris Disperindag Kota Ambon.
Rangkaian acara berjalan tertib dan komunikatif. Setelah sesi registrasi dan pembukaan formal yang khidmat, agenda dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta beserta tim yang hadir.
Memasuki agenda inti bimbingan teknis (Bimtek) dan penyuluhan, diskusi dipandu serta dibawakan secara interaktif oleh Anita bersama Jauhari selaku pemateri sekaligus moderator. Para peserta dibekali dengan materi keamanan pangan yang komprehensif, mulai dari pengenalan mendalam mengenai Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) hingga pemahaman tentang lima kunci penting dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan pasar serta sarana peredaran produk.
Lebih lanjut, narasumber juga memaparkan cara mengidentifikasi bahaya pangan dengan mengenali ciri fisik komoditas yang rawan mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, atau pewarna tekstil. Sebagai penutup materi, para peserta diedukasi untuk menjadi konsumen cerdas dengan memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile, mengecek validitas Nomor Izin Edar (NIE) serta SPP-PIRT, dan membudayakan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk.
Melalui pengawalan berkala ini, diharapkan komunitas Pasar Waiheru mampu melakukan pengawasan mutu secara mandiri, sehingga masyarakat sebagai konsumen terlindungi dari risiko pangan tidak aman. (MSS)
Dapatkan informasi obat dan makanan terkini. Follow akun medsos Ig / Tiktok / Twitter: @bpom.ambon, Fb/Youtube: Balai POM di Ambon. Layanan informasi dan pengaduan (gratis), hubungi Telefon (0911) 342-742; HP/WA (24 Jam) 0811-4800-222.
Katong Siap Layani Basudara deng MANISE