BPOM Ambon Bekali SPPI se-Provinsi Maluku menuju Sertifikasi HACCP

14-07-2026 Umum Dilihat 1339 kali

Ambon ( 14/07) – Balai Pengawas Obat dan Makanan di Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan bergizi Gratis (MBG) melalui Inovasi Pala Voor MBG dengan menjalin kerja sama bersama Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat ( labkesmas) Ambon. Hal ini terbukti dengan dilaksanakannya Bimbingan Teknis dalam rangka meningkatkan kapasitas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Dalam rangka menjamin keamanan pangan pada penyelenggaraan makanan, BPOM di Ambon menyelenggarakan Sosialisasi Keamanan Pangan dengan tema “Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Higiene Sanitasi Pangan Siap Saji”. Kegiatan ini merupakan upaya penguatan pemahaman mengenai pentingnya penerapan sistem keamanan pangan untuk menghasilkan makanan yang aman, bermutu, dan layak dikonsumsi. Acara dihadiri langsung oleh Kepala Balai POM di Ambon, Tamran Ismail; Kepala Labkesmas Ambon, Yudied Agung; dan Kepala KPPG, Rosita.

Kegiatan Bimtek yang berlangsung via daring ini sebagai implementasi inovasi pelayanan publik BPOM di Ambon yaitu inovasi Pala voor MBG (Pantau dan Kawal bersama untuk Makan Bergizi Gratis Aman) yang bertujuan memastikan keamanan, mutu dan gizi pangan MBG dengan upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP). Materi dibawakan oleh Linda Yanti sebagai perwakilan dari Labkesmas Ambon dengan judul materi Peran Higiene dan Sanitasi dalam Mendukung HACCP Pangan Olahan Siap Saji. Kemudian dilanjut dengan materi ⁠⁠⁠⁠Implementasi HACCP pada Pangan Olahan Siap Saji oleh Viva Agusta selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Ambon.

Keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam setiap tahapan penyelenggaraan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian. Oleh karena itu, penerapan prinsip HACCP dan higiene sanitasi pangan siap saji menjadi langkah preventif yang efektif dalam mencegah terjadinya cemaran pangan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan maupun keracunan pangan. Pada kegiatan sosialisasi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep HACCP sebagai sistem pengendalian keamanan pangan yang dilakukan secara sistematis melalui identifikasi potensi bahaya dan penetapan titik kendali kritis (Critical Control Point/CCP) pada setiap tahapan proses pengolahan pangan. Melalui penerapan HACCP, potensi bahaya biologis, kimia, dan fisik yang dapat mencemari pangan dapat diidentifikasi dan dikendalikan secara tepat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dapat menjadi agen perubahan dalam penerapan keamanan pangan serta mampu mengimplementasikan prinsip HACCP dan higiene sanitasi pangan siap saji pada setiap penyelenggaraan makanan yang menjadi tanggung jawabnya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dapat menjadi agen perubahan dalam penerapan keamanan pangan serta mampu mengimplementasikan prinsip HACCP dan higiene sanitasi pangan siap saji pada setiap penyelenggaraan makanan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan demikian, pangan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek gizi, tetapi juga terjamin keamanan dan mutunya sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi kesehatan masyarakat. (SY)

Sarana