Ambon (16/04) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon terus memperkuat pengawasan obat dan makanan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis desa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) dan penyuluhan keamanan pangan di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Desa Piru dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan kabupaten, sekaligus didukung potensi sumber daya alam darat dan laut yang melimpah. Kondisi ini menjadikan Desa Piru sebagai wilayah yang memiliki peluang besar dalam pengembangan pangan lokal, namun juga memerlukan penguatan aspek keamanan dan mutu pangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Desa Pangan Aman, sebuah inisiatif nasional dari BPOM yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian desa dalam menjamin keamanan pangan melalui penguatan sistem pengawasan pre-market dan post-market berbasis komunitas. Salah satu strategi utama adalah pembentukan Tim Keamanan Pangan Desa dan Kader Keamanan Pangan yang melibatkan unsur pemerintah desa, masyarakat, keluarga, serta lingkungan sekolah.
Bimtek Kader Keamanan Pangan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Piru, Simon O. Manupassa, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kualitas pangan yang aman dan layak konsumsi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPOM di Ambon, Anita Soenarko, yang memberikan materi komprehensif mencakup prgram desa pangan aman, prinsip dasar keamanan pangan, penerapan 5 kunci keamanan pangan sesuai rekomendasi World Health Organization, pencegahan stunting sebagai isu prioritas nasional, serta edukasi terkait resistensi antimikroba yang menjadi perhatian global dalam bidang kesehatan masyarakat.
Pendekatan edukatif yang digunakan dalam bimtek ini mengedepankan metode partisipatif sehingga kader tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengawasan pangan sederhana di tingkat rumah tangga, sekolah, dan pelaku usaha pangan lokal. Hal ini sejalan dengan berbagai hasil kajian ilmiah yang menunjukkan bahwa intervensi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan perilaku higiene dan sanitasi pangan serta menurunkan risiko penyakit bawaan pangan (foodborne diseases).
Melalui kegiatan ini, Kader Keamanan Pangan Desa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kapasitas kader juga diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi bahaya pangan, baik dari aspek biologis, kimia, maupun fisik.
BPOM di Ambon menegaskan bahwa penguatan keamanan pangan di tingkat desa merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam menjamin obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Dengan meningkatnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat di Desa Piru, diharapkan akan terjadi perbaikan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan ketahanan pangan lokal.(H)
Dapatkan informasi obat dan makanan terkini. Follow akun medsos Ig / Tiktok / Twitter: @bpom.ambon, Fb/Youtube: Balai POM di Ambon. Layanan informasi dan pengaduan (gratis), hubungi Telefon (0911) 342-742; HP/WA (24 Jam) 0811-4800-222.
Katong Siap Layani Basudara deng MANISE